MAUMERE, Satumerahputih.com – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Andreas Benyamin Edi mengapresiasi konsistensi Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng dalam melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada segenap elemen masyarakat di wilayah Kabupaten Sikka,Nusa Tenggara Timur.  

“Beberapa kali kami melihat Pak Mekeng hadir dan berdialog dengan masyarakat tentang pilar-pilar kebangsaan Indonesia. Pada kesempatan ini, Pak Mekeng justru hadir di tengah-tengah kami para guru dan pelajar SMAN 2 ini untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan”, ujar Andreas saat membuka kegiatan sosialisasi empat pilar di SMAN 2, Sabtu, 20 Juni 2026.

Menurut Andreas, kehadiran langsung Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI itu menjadi bukti nyata dari konsistensi sikap dan arah perjuangan Melchias Markus Mekeng dalam mewariskan nilai-nilai menjadi tonggak berdirinya pilar-pilar kebangsaan Indonesia.  Andreas tak menampik bahwa kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI oleh Pak Mekeng itu ia nilai sebagai langkah penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.

 “Pak Mekeng, anak-anak muda sekarang hidup dalam era teknologi media sosial yang membawa tantangan besar, terutama pada keutuhan nilai-nilai yang menjadi fondasi bangsa. Namun kami meyakini,  sosialisasi Empat Pilar ini menjadi sangat penting untuk memperkuat pemahaman terhadap Pancasila,” kata Andreas menambahkan.

Andreas juga  mengatakan bahwa generasi muda diharapkan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian karena tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat.

“Penguatan nilai-nilai kebangsaan Indonesia sedapat mungkin fokus kaum muda”, tegasnya.

Para guru dan pelajar SMAN 2 mengikuti kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia oleh Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng di Aula SMAN 2 Maumere, Sabtu (20/6)/Foto: Herman Hayong

Menanggapi apresiasi Kepala Sekolah Andreas, politisi ulung Partai Golkar itu menyampaikan terima kasih seraya mengatakan bahwa sosialisasi empat pilar oleh MPR RI memiliki empat tujuan utama yakni memperkuat wawasan kebangsaan setiap elemen masyarakat agar tidak  gampang dipecah belah, menangkal radikalisme dengan balik ke nilai-nilai dasar bangsa, menumbuhkan cinta tanah air dari hal kecil seperti menhormati guru, menjaga lingkungan, taat bayar pajak, serta menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, bernegara.

“Tentu anak-anak muda jadi fokus sosialiasi sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia’, kata Mekeng.

Berbicara di hadapan Kepala Sekolah,  para guru dan pelajar SMAN 2 Maumere, Mekeng  menyampaikan materi sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia dengan melontarkan sebuah pertanyaan awal untuk memantik perhatian para pelajar.

“Apa itu Empat Pilar Kebangsaan, yang disebut-sebut menjadi fondasi utama dalam berbangsa dan bernegara’, tanya Mekeng.

Para penari dari SMAN 2 Maumere menyambut kehadiran Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng pada kesempatan sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia di Aula SMAN 2 Maumere, Sabtu, (20/6)/Foto: Herman Hayong

“Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika,” ujar beberapa pelajar dari tempat duduk mereka.

Mekeng pun mengamini tanggapan para pelajar dengan mengatakan lebih lanjut bahwa Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara dengan 5 sila yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan merupakan sumber dari segala sumber hokum

Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila itu  harus hidup dalam sikap kita sehari-hari seperti gotong royong, toleransi dan musyawarah”, ujarnya.

Sedangkan UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara & Ketetapan MPR, menurut Mekeng, menjadi aturan dasar tertinggi di Indonesia yang mengatur hubungan warga negara, lembaga negara, dan pemerintahan

“UUD 1945 ini telah diamandemen sebanyak 4 (empat) kali tapi jiwanya tetap pada kedaulatan rakyat”, ungkap Mekeng.

Dua pilar kebangsaan lainnya yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara mulai Dari Sabang sampai Merauke, satu negara, 1 pemerintah dengan semangat  Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

“Bhineka Tunggal Ika artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu menjadi “Wujud nyata dan pengakuan resmi akan keberagamaan Indonesia entah suku, agama, ras, Bahasa dan budaya,” ujar Mekeng.

Mekeng pun berharap agar pilar-pilar kebangsaan yang ia sampaikan tidak hanya didengarkan begitu saja

“Harapannya nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan itu dapat dimplementasikan mulai dari lingkungan sekolah,keluarga dan kemudian masyarakat,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat. Penguatan Empat Pilar dinilai menjadi bekal penting bagi para guru dan pelajar SMAN 2 dalam menyambut  Indonesia Emas 2045.