MAUMERE, SATUMERAHPUTIH.com – Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tapi tetap satu,” mencerminkan keberagaman Indonesia dari berbagai aspek seperti geografi, budaya, suku,bahasa dan agama.
Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, slogan Bhineka Tunggal Ika itu menggambarkan persatuan dalam keragaman, sebagaimana Indonesia terdiri dari berbagai pulau dan etnis yang berbeda, namun tetap bersatu dalam satu kesatuan, yaitu warga negara Indonesia.
“Tetapi keragaman yang ada mesti dikelola dengan baik dan benar, terutama dengan memperhatikan perkembangan teknologi media saat ini,” kata Mekeng.
Pernyataan itu disampaikan Mekeng saat ia menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia di Aula Kantor Desa Nelle Wutung, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (28/2/2026).
Menyikapi perkembangan teknologi media saat ini, demikian Mekeng melanjutkan, setiap individu diharapkan bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu, individu juga perlu memiliki kepekaan dalam menyikapi informasi yang diterimanya.
“Yang paling dikhawatirkan itu orang menyebarkan berita palsu atau hoaks sehingga berdampak pada rusaknya stabilitas negara,” ujar Mekeng.
Yang paling dikhawatirkan itu orang menyebarkan berita palsu atau hoaks sehingga berdampak pada rusaknya stabilitas negara,” ujar Mekeng.

Mekeng berpandangan bahwa dalam konteks penguatan spirit Bhineka Tunggal Ika, media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, tanpa penanganan yang bijak, platform ini bisa menjadi pedang bermata dua.
“Di satu sisi, apabila individu sungguh mampu memaksimalkan media sosial secara baik, tentu dapat menciptakan kerukunan dan kedamaian bersama, pun sebaliknya,” kata Mekeng.
Untuk memaksimalkan kehadiran media sosial saat ini, Mekeng memberikan beberapa tips penggunaan media sosial secara bijak kepada masyarakat yang hadir.
“Bapak Ibu, orang muda di sini, kalau ingin berbagi informasi sebaiknya berpikir dahulu apa dampak dari share informasi tertentu, apakah itu berdampak positif atau negatif?” katanya.
Sebab menurut Mekeng, setiap konten yang disebarkan sudah pasti dilihat oleh banyak orang. Sehingga penting untuk tidak sembarangan dalam memilih apa yang akan dibagikan.
“Mengingat maraknya berita bohong dan informasi yang menyesatkan di media sosial, pastikan untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menekan tombol share atau berbagi,” pesannya.
Tips lain yang bisa dilakukan, demikian Mekeng mengingatkan warga yaitu dengan menjadikan media sosial sebagai tempat untuk mengembangkan diri
“Media sosial itu dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk pengembangan diri jika digunakan dengan bijak. Manfaatkan platform ini untuk meningkatkan kemampuan, memperluas jaringan, dan mengakses informasi bermanfaat yang mendukung karier, pendidikan, dan hubungan sosial Bapak Ibu sekalian,” pungkasnya. (WL)
Komentar Terakhir