Gelar Sosialisasi Empat Pilar dengan melibatkan generasi milenial Gen Z dalam memperkokoh pilar-pilar kebangsaan Indonesia

LABUAN BAJO, Satumerahputih.Com – Setelah menempuh perjalanan panjang selama hampir tiga jam dari kota dingin Bajawa, Anggota DPR RI sekaligus Ketua Fraksi MPR RI Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, akhirnya tiba di kota wisata Premier Labuan Bajo Manggarai, Nusa Tenggara Timur,Sabtu (20/12/2025). Ketika itu, hari masih pagi, sekitar pukul 08.30 Waktu Indonesia Tengah.

Tiba di Labuan Bajo, politisi kawakan asal Nusa Tenggara Timur itu langsung bergerak mendatangi Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Labuan Bajo. Di tempat ini Mekeng menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar bersama para guru dan pelajar dari SMAN 3 dan SMAN 4. Kedua sekolah ini berada di kota Labuan Bajo, Manggara Barat.

Menurut Mekeng, sosialisasi empat pilar di tengah para pelajar dari kedua sekolah di Labuan Bajo ini penting sekali mengingat para pelajar yang hadir tergolong dalam Gen Z dan mereka memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Adik-adik pelajar yang ikut sosialisasi ini tentu punya tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa”, ujar Mekeng.

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Meclhias Markus Mekeng menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia
bersama pelajar SMAN 3 dan SMAN 4 Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (20/12/2025)/Foto: Herman Hayong

Oleh karena itu, demikian menurut Mekeng, gen z ini perlu dibekali dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, selain melalui pendidikan formal bisa juga melalu seminari, sarasehan, dan pertemuan-pertemuan informal lainnya.

Dalam pemaparannya, Mekeng menjelaskan Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa. Keempat pilar tersebut, menurutnya, harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.

“Di tengah derasnya pertukaran nilai-nilai kehidupan saat ini, sangat mudah generasi milenial dan Gen Z terpapar berbagai informasi, termasuk yang dapat memecah belah persatuan”, Mekeng.

Mekeng pun mengingatkan para pelajar agar selalu memperdalam pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan agar mereka tidak kehilangan arah dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Ia menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan agenda penting yang harus terus digelorakan ke seluruh lapisan masyarakat. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan, kesatuan, serta keberagaman bangsa Indonesia yang kaya akan suku, agama, budaya, dan bahasa.

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Dalam sesi tersebut, generasi milenial dan Gen Z aktif menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait peran anak muda dalam menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di era modern. Mereka juga mengharapkan agar kegiatan seperti itu terus digalakan agar empat pilar kebangsaan Indonesia semakin dikenal di kalangan generasi milenial dan Gen Z. (WL)