RUTENG, MANGGARAI,SATUMERAHPUTIH.Com – Memasuki hari ketiga rangkaian Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Manggarai, Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng menyambangi tiga sekolah dengan karakter yang berbeda namun memiliki semangat kebangsaan yang sama. Ketiga sekolah itu yakni SMAK Thomas Aquinas Ruteng, Jl. Nuri, Nekang, Watu, Kec. Langke Rembong, SMK Widya Bhakti, Jl. Slamet Riyadi No. 19 Watu, SMA Setia Bakti, Jl. Pelita No. 3, Waso, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
Legislator asal Nusa Tenggara Timur itu mendatangi ketiga sekolah tersebut pada 15 Oktober, sebelum melaksanakan sarasehan Empat Pilar Kebangsaan yang terpusat Sekolah Thomas Aquinas. Di tempat ini, Mekeng sengaja mengangkat isu yang sangat relevan dengan kondisi kelas, yakni Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, ruang kelas di Manggarai adalah laboratorium kebhinekaan Indonesia yang paling nyata, di mana siswa datang dari berbagai latar belakang suku, bahasa, dan kampung, namun bersatu dalam satu tujuan.
“Di Thomas Aquinas ada siswa dari Manggarai, Sikka, Ngada, Bajawa, bahkan dari Lembata. Beda suku, beda bahasa, beda kampung, tapi satu dalam tim basket, satu dalam pramuka, satu dalam paduan suara. Itulah Indonesia mini yang hidup. Bhinneka Tunggal Ika bukan slogan, tapi kenyataan yang kalian hidupi setiap hari di kelas,” kata Mekeng di hadapan siswa yang antusias.

Mekeng menjelaskan, semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang termaktub dalam lambang negara Garuda Pancasila adalah perekat yang membuat sekolah Katolik dan sekolah kejuruan bisa berdiri berdampingan dengan damai di Ruteng. Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan.
Selain toleransi, Mekeng juga menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai cerminan pengamalan Pancasila. Ia mencontohkan disiplin waktu, disiplin belajar, dan disiplin menghormati guru sebagai wujud nyata dari Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, dan Sila Kelima, Keadilan Sosial.
Kepala SMAK Thomas Aquinas, Rm. Drs. Andreas P. Agas, Pr, menyambut baik materi tersebut. “Anak-anak kami memang sangat beragam. Pesan Pak Mekeng tentang Indonesia mini di kelas itu sangat mengena. Mereka jadi sadar bahwa menjaga persatuan di sekolah adalah latihan menjaga Indonesia. Terima kasih Pak Mekeng telah menyadarkan itu,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala SMK Widya Bhakti Ruteng, Ibu Emiliana S. Wahid, S.Pd., M.Pd. “Sekolah kami kejuruan, fokus pada keterampilan. Tapi materi Bhinneka Tunggal Ika ini penting agar keterampilan mereka punya karakter kebangsaan. Siswa kami sangat termotivasi hari ini,” katanya.
Kegiatan diakhiri dengan deklarasi Pelajar Pancasila yang diucapkan bersama oleh siswa kedua sekolah, berjanji untuk menjaga toleransi dan kedisiplinan di sekolah. (JL)
Komentar Terakhir