RUTENG, MANGGARAI,SATUMERAHPUTIH.Com – Rangkaian panjang Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap VI dan VII Tahun 2026 oleh Melchias Markus Mekeng di Kabupaten Sikka dan Manggarai akhirnya ditutup. Sebagai penutup, Mekeng menyambangi tiga sekolah sekaligus pada 16 Oktober 2026, yakni SMAN 1 Langke Rembong, SMK Swasta St. Aloisius, dan SMKN Wae Ri’i dan membuka sarasehan Empat Pilar Kebangsaan di halaman SMAN 1 Langke Rembong, Manggarai.

Tiga sekolah ini menjadi titik akhir dari perjalanan ideologi selama hampir dua minggu yang menyasar masyarakat umum dan pelajar. Kehadiran Mekeng di tiga sekolah ini sekaligus menjadi simbol komitmen Partai Golkar untuk pendidikan di jantung Flores.

Sebagai materi penutup, Mekeng tidak lagi membahas pilar secara terpisah, melainkan merangkum keempat pilar sebagai satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan. Ia menyebut Pancasila sebagai dasar dan ideologi, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu.

Sesi foto bersama Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Bapak Melchias Markus Mekeng bersama Dewan Guru dan Siswa-Siswi SMAN 1 Langke Rembong, SMK Swasta St. Aloisius, dan SMKN Wae Ri’i, Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (15/10)/Foto: Herman Hayong

Dalam orasi penutupnya yang membakar semangat, Mekeng menyebut Manggarai memiliki posisi historis dan ideologis yang sangat penting bagi Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari rahim NTT, tepatnya di Ende saat Soekarno diasingkan, namun pengamalannya yang paling nyata ada di Manggarai dengan budaya toleransi dan gotong royongnya.

“Dari Ruteng kita jaga Indonesia. Pancasila lahir di Ende, tapi diamalkan dan dijaga di Manggarai. Kalian semua adalah penjaga NKRI yang sesungguhnya. Budaya Manggarai yang toleran adalah benteng Pancasila. Golkar akan selalu ada dan berjuang untuk pendidikan di Manggarai,” tutup Mekeng dengan penuh semangat yang disambut tepuk tangan panjang.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap VI dan VII di Sikka dan Manggarai ini telah diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta, terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan pelajar dari 11 sekolah. Jumlah ini menunjukkan antusiasme masyarakat Flores terhadap penguatan ideologi kebangsaan.

Kepala SMAN 1 Langke Rembong, Bapak Drs. Philipus Aristo, menyampaikan rasa bangganya menjadi bagian dari penutup rangkaian. “Kami bangga menjadi sekolah penutup. Pesan ‘Dari Ruteng Kita Jaga Indonesia’ akan kami tanamkan. Ini bukan sekadar sosialisasi, ini penyuntikan semangat nasionalisme bagi kami di perbatasan pariwisata super prioritas,” ujarnya.

Dengan berakhirnya kegiatan di SMKN Wae Ri’i, lengkaplah misi kebangsaan Melchias Mekeng di Flores pada Oktober 2026. Ia berharap benih-benih Pancasila yang ditabur di Sikka dan Manggarai akan tumbuh menjadi generasi Flores yang cerdas, toleran, terampil, dan siap menjaga keutuhan NKRI. (JL)