MAUMERE, SATUMERAHPUTIH.com – Halaman kantor Desa  Baomekot di Kecamatan Heokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mendadak ramai dan penuh euforia. Hari itu, Sabtu, 11 April 2026.

Sekitar pukul 10.00–12.00 Waktu Indonesia Tengah, ratusan warga dari desa Baomekot, Heopukat dan Egon tampak memadati halaman kantor Desa Baomekot untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar oleh Ketua Fraksi Partai Golkar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Melchias Markus Mekeng

Warga dari tiga desa itu datang membawa semangat serta euforia kebersamaan. Tidak seperti hari-hari biasanya. Mereka datang tidak hanya untuk mendengar, tetapi juga berdialog dengan wakil rakyat mereka seputar pilar-pilar kebangsaan. Siapa sangka dialog itu berlangsung penuh dalam suasana kekeluargaan. Antusiasme pun tampak nyata dari pancaran wajah masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Mekeng  memaparkan materi Empat Pilar Kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, yakni: Pancasila — sebagai dasar dan ideologi negara Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 — sebagai konstitusi negara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) — sebagai bentuk negara yang harus dijaga bersama dan Bhinneka Tunggal Ika — sebagai semboyan persatuan di tengah keberagaman.

Warga dari kecamatan Kecamatan Hewokloang dan Mapitara Antusias Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng/Foto: Herman Hayong

Dalam pesannya, Mekeng mengingatkan warga bahwa pemaparan materi empat pilar tersebut  bukan sekadar untuk diingat saja, melainkan untuk dihayati. Mekeng menekankan bahwa keempat pilar ini adalah pegangan hidup yang harus diamalkan dalam keseharian masyarakat, entah di lingkungan keluarga, di tempat kerja, hingga di kehidupan bermasyarakat.

“Empat Pilar ini bukan milik wakil rakyat atau pejabat di Pusat  saja, itu milik kita semua, milik seluruh rakyat Indonesia termasuk Bapak Ibu di Baomekot, Heopukat dan Egon ini,” kata Mekeng, disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Dalam kesempatan itu, warga juga mengungkapkan keprihatinan mereka perihal memudarnya rasa gotong royong di tengah masyarakat dan memantik diskusi bersama untuk mencari cara-cara baru agar semangat gotong royong di kampung-kampung tersebut tidak memudar.

Di akhir kegiatan, warga bersama Bapak Mekeng meneguhkan komitmen mereka untuk terus memupuk semangat kebersama, rasa cinta tanah air dan bangsa serta menjunjung tinggi kebhinekaan.

“Komitmen kebangsaan seperti itu jelas mengesankan,” ujar Mekeng di sela-sela sesi foto bersama warga yang hadir. (WL)