MAUMERE, Satumerahputih.com – Sosialisasi Empat Pilar oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) merupakan program MPR RI yang menjadi bagian tugas dan kewajiban setiap anggotanya.
Keempat pilar tersebut ialah Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945), Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, yang wajib dipahami dan dilaksanakan secara konsisten oleh rakyat Indonesia di mana pun dan kapan pun.
Sebagai pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika diyakini mampu menjaga, mempertahankan, dan merawat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia terutama di era globalisasi seperti sekarang ini.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Mapitara, Desa Natakoli, Kec. Mapitara, Kabupaten Sikka, SMPN 2 Bola, Desa Waihawa, Kec. Doreng, Kab. Sikka, SMPK Kloangpopot, Desa Kloangpopot, Kec.Doreng, Kabupaten Sikka pada Rabu (8/4).

Soroti Dampak Globalisasi
Dalam sosialisasi tersebut, Mekeng menyoroti dampak globalisasi terutama terhadap sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia. Ia mengatakan bahwa globalisasi yang berkelindan dengan teknologi digitalisasi media saat ini merupakan dua hal yang tak bisa dihindari.
“Dampak dari globalisasi itu meresap ke dalam berbagai bidang kehidupan seperti politik, sosial, ekonomi dan budaya di mana ide-ide, nilai, dan praktik kehidupan dari luar mempengaruhi tatanan sosial di dalam negeri,” kata Mekeng.
Mekeng menerangkan bahwa derasnya pengaruh globalisasi semakin terasa karena dimediasi oleh sarana media dan teknologi digital dengan beragam platform dan dengan bebas menghadirkan nilai-nilai yang berpotensi mendominasi serta memengaruhi wawasan kebangsaan Indonesia.
“Budaya populer jelas menjadi ancaman terhadap budaya lokal yang selama ini telah menopang pilar-pilar kebangsaan kita,” lanjutnya.
Meski menyoroti aspek negatif dari dampak globalisasi, legislator asal Nusa Tenggara Timur itu juga mengungkap dampak positif dari globalisasi. Ia mengatakan bahwa globalisasi secara positif telah menciptakan ruang yang memungkinkan terjadinya pertukaran nilai-nilai dan meningkatkan pemahaman serta toleransi antarbudaya.
Menurutnya, dengan kemampuan beradaptasi dan tingginya semangat toleransi, masyarakat Indonesia memiliki modal sosial yang baik untuk dapat menghargai perbedaan akibat globalisasi tersebut.
“Maka melalui kegiatan sosialisasi empat pilar itu kiranya menjadi kesempatan bagi segenap insan pendidikan di SMPN 2 Mapitara ini untuk terus memperkuat semangat toleransi dan respek terhadap keragaman bangsa,’ ujar Mekeng.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Mapitara, selain dihadiri oleh pelajar dari SMPN Mapitara, juga dihadiri perwakilan pelajar dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bola dan perwakilan pelajar Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Kloangpopot. Sejumlah tokoh masyarakat seperti Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka Wakil Ketua DPRD Kab. Sikka, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sikka, Gorgonius Nago Bapa, turut mendampingi Mekeng dalam kegiatan sosialisasi tersebut. (WL)
Komentar Terakhir