MAUMERE, SATUMERAHPUTIH.com – Para Pendidik dan Pelajar Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Katolik Caritas Maumere bertekad memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa sebagai perwujudan nyata dari nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Tekad ini disampaikan oleh pimpinan dan pelajar sesaat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi Empat Pilar bersama Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, di halaman tengah SMA Caritas, Selasa (7/4/2026).

“Kami, tenaga pendidik dan para pelajar SMA Katolik Caritas Maumere, tentu bersyukur atas kehadiran Bapak Melchias Markus Mekeng dalam kesempatan sosialisasi empat pilar ini. Kami bertekad untuk semakin memperkuat semangat persatuan dan kesatuan sebagaimana disampaikan tadi,” ujar Kepala SMAS Caritas Maumere Tarsisius Kris Lidi.

Kepada Mekeng Kris Lidi juga mengatakan bahwa keterlibatan SMAS Caritas dalam membumikan pilar-pilar kebangsaan Indonesia telah diaktualisasikan dalam berbagai kegiatan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2025 lalu, SMAS Caritas menggelar Karya P5 dengan tema “Bhineka Tunggal Ika”, yang artinya Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kekuatan akan rasa toleransi dan rasa mencintai atas perbedaan agama, ras, suku, bangsa, bahasa, adat dan budaya yang ada di Indonesia,”ujarnya.

Para pendidik dan pelajar SMAS Katolik Caritas Maumere mengikuti gelaran sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia oleh Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Bapak Melchias Markus Mekeng di halaman tengah SMAS Katolik Caritas/Foto: Herman Hayong

Sementera itu, dalam pemaparannya, Melchias Markus Mekeng menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi empat pilar itu merupakan bagian dari program Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat dan menguatkan pemahaman masyarakat tentang empat pilar kebangsaan yang menjadi landasan negara Republik Indonesia.

“Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengingatkan sekaligus meneguhkan kembali pentingnya empat pilar sebagai dasar kehidupan berbangsa. Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi yang mengatur hidup bernegara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang menggambarkan keragaman yang harus dipersatukan,” kata Mekeng.

Selain itu, kepada para pendidik dan pelajar SMAS Caritas Mekeng juga diterangkan soal esensi sosialisasi Empat Pilar tidak terbatas pada amandemen UUD, tetapi juga memperkenalkan dan memperkuat makna Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) sebagai konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.

“Keempat pilar tersebut menjadi prinsip moral dan dasar keindonesiaan yang akan menuntun capaian kehidupan bangsa yang merdeka. Bersatu, berdaulat, adil, dan makmur adalah kalimat yang dapat mengkristalisasi makna dari Empat Pilar tersebut,” terangnya.

Sebagai pandangan hidup, demikian Mekeng menguraikan keempat pilar tersebut, Pancasila menjadi ideologi negara, ligatur (pemersatu), dan sumber dari segala sumber hukum. Sementara NKRI dibangun secara “bergotong royong,” seperti yang digaungkan oleh para pendiri bangsa. Adapun Bhinneka Tunggal Ika menekankan pentingnya menghormati keberagaman dalam agama, budaya, bahasa, dan tradisi sebagai warisan bangsa.

“Prinsip-prinsip itu merupakan jembatan yang mempersatukan masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang agar tetap harmonis dalam perbedaan,” imbuhnya.

Diketahui bahwa kehadiran Bapak Mekeng pada kesempatan sosialisasi empat pilar di SMAS Caritas didampingi oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Herman Hayong, Ketua DPP Partai Golkar Kabupaten Sikka Gorgonius Nago Bapa dan juga Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Fraksi Partai Golkar (WL).