Penulis: Alvin Lamaberaf
Tangerang, Satumerahputih.com- Pemulihan Sungai Cisadane di Tangerang, Provinsi Banten yang tercemar sampah, tidak sekadar dalam tataran wacana, melainkan kerja nyata yang terukur, terencana, dan melibatkan semua pihak.
Bagi nelayan di pesisir Sungai Cisadane, polusi bukan sekadar isu lingkungan semata tetapi itu adalah realitas yang menyesakkan dan menghimpit kehidupan sosial masyarakat sekitar.
Situasi tersebut, memantik respon Bumi Pertiwi Asri (BPA Foundation) menyikapinya melalui gerakan Coastal Sweep 2025 dan peluncuran River Waste Bank, yang berlangsung pada 3-5 Oktober di Tanjung Burung.
“Sampahnya banyak banget. Pas narik jaring, isinya malah lebih banyak sampah daripada ikan. Kadang baling-baling perahu nyangkut sama plastik dan sampah lainnya. Ya bikin susah berlayar,” ungkap Komarudin, salah seorang nelayan yang sudah 15 tahun menggantungkan hidupnya di Sungai Cisadane.
Kisah seperti ini menjadi pengingat bahwa krisis sampah bukan hanya tentang tumpukan plastik, tetapi juga tentang hilangnya sumber penghidupan dan terganggunya ketahanan pangan masyarakat pesisir.
Founder BPA Foundation, Holida Minihanova mengatakan, BPA Foundation hadir dengan pendekatan yang berbeda. Hal ini merupakan sebuah panggilan hidup untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. BPA Foundation tidak sekadar mengangkat sampah, tetapi organisasi atau yayasan ini merancang ekosistem pemulihan sungai yang berkelanjutan, menggabungkan teknologi, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat.
” Ya dari sinilah lahir gerakan Coastal Sweep 2025, sebuah inisiatif berskala besar yang berfokus pada pembersihan kawasan mangrove yang selama puluhan tahun tertimbun sampah plastik dan limbah rumah tangga,” jelas Holida Minihanova di Atmospace Caffe BSD, Kamis (23/10/2025).
Kata Holida, timbunan ini tidak hanya merusak ekosistem pesisir, tetapi juga berpotensi terangkat kembali ke laut saat arus pasang datang, memperburuk pencemaran laut.
Melalui gerakan ini, BPA Foundation memperkenalkan cara baru menangani polusi, tidak hanya membersihkan warisan masa lalu, tetapi juga mencegah lahirnya polusi baru di masa depan.
Melalui inisiatif River Impact, BPA Foundation mengembangkan River Waste Bank (Bank Sampah Sungai). Ini merupakan sistem pertama di Indonesia yang dirancang untuk memastikan setiap kilogram sampah yang diangkat tercatat, dikelola, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Program ini tidak hanya menuntaskan persoalan limbah, tetapi juga membangun sistem yang mendorong perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat.
Model ini menjadikan warga bantaran sungai sebagai bagian dari solusi. Nelayan, pemuda, hingga ibu rumah tangga terlibat aktif, bukan hanya sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai pelaku utama perubahan yang mengubah sampah menjadi sumber nilai dan kebanggaan komunitas.
Dengan sistem Eco Waste Bank, setiap sampah yang dikumpulkan akan ditimbang, dikategorikan, dan dimasukkan ke dalam basis data transparan, sehingga pengelolaan lingkungan dapat diukur, diaudit, dan diperluas secara akuntabel.
Melalui pendekatan ini, Coastal Sweep 2025 tidak berhenti pada satu hari kegiatan, tetapi berkembang menjadi mekanisme pengelolaan berkelanjutan yang menanamkan kesadaran, menggerakkan ekonomi lokal, dan memulihkan fungsi ekologis Sungai Cisadane secara nyata.
“Bagi BPA Foundation, menjaga lingkungan bukanlah proyek, melainkan komitmen jangka panjang untuk memulihkan hubungan manusia dengan alam melalui Coastal Sweep, River Impact, dan River Waste Bank,” ungkap Holida.
Founding BPA Foundation menegaskan bahwa perubahan hanya dapat tercapai jika setiap individu dan lembaga mengambil bagian secara aktif. BPA Foundation berkarya dalam spirit “Be Part of the Solution, Not the Pollution” bukan sekadar ajakan, melainkan filosofi kerja yang diwujudkan dalam setiap langkah dari riset lapangan, pengelolaan sampah, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dengan kolaborasi lintas sektor, transparansi data, dan partisipasi warga, BPA Foundation membangun model pengelolaan sungai yang bisa direplikasi untuk masa depan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berdaya.
Komentar Terakhir