Penguatan Empat Pilar Kebangsaan Indonesia saat ini memiliki tantangan tersendiri terlebih ketika Indonesia sedang menyongsong usia emasnya 2045
LABUAN BAJO, Satumerahputih.com – Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng mengatakan penguatan empat pilar kebangsaan Indonesia saat ini menjadi tantangan tersendiri khususnya ketika Indonesia sedang berjalan menuju usia emasnya pada tahun 2045.
Mekeng mengatakan itu ketika ia menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia di kelurahan Waekelambu Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (21/12/2025).
Dalam kegiatan sosialisasi yang juga diikuti warga dari Desa Golo Kempo, sebuah desa yang berbatasan dengan wilayah kelurahan Wae Kelambu, itu Mekeng mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini persis ketika usia emas Indonesia 2045 semakin dekat.
“Ancaman disintegrasi bangsa menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini”, ujar Mekeng mencontohkan sebuah tantangan bagi penguatan pilar kebangsaan Indonesia.
Menurut Mekeng, ancaman disintegrasi itu dapat diatasi dengan pembangunan yang berkeadilan. Ia mengingatkan bahwa ketimpangan pembangunan antarwilayah yang masih dirasakan di berbagai daerah perlu segera ditangani.
“Ketimpangan pembangunan yang masih menjadi keprihatinan sebagian warga di daerah tertentu perlu menjadi perhatian serius”, kata Mekeng.
Selain menyoroti ketimpangan sosial antar daerah, Mekeng juga menyoroti persoalan penguatan pilar kebangsaan Indonesia di tengah generasi muda. Menurutnya, generasi muda memiliki peran besar dalam mengawal dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia pun menekankan perlunya pemahaman yang baik dan benar terhadap keempat pilar tersebut sebagaimana telah dicontohkan para pendiri bangsa guna mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Dengan mengusung tema “Menuju Indonesia Emas 2045 dan Tantangan Penguatan Empat Pilar Kebangsaan Indonesia, Mekeng mengharapkan agar warga yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi tersebut terutama kaum muda mampu kembali menghidupkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia sebagaimana termuat dalam empat pilar kebangsaan Indonesia.

Ia juga meminta agar generasi muda dapat mengingatkan masyarakat dan penyelenggara negara bila terjadi penyimpangan dari kesepakatan dasar. Dengan begitu, semua pihak dapat kembali ke jalan kebenaran berbangsa dan bernegara.
“Kesaksian para pemuka masyarakat dan penyelenggara negara penting bagi generasi muda sehingga penguatan pilar kebangsaan dapat berjalan baik terlebih ketika Indonesia sedang memasuki usia emasnya 2045”, ujar Mekeng menutup kegiatan sosialisasi di Waekelambu, Manggarai Barat. (WL)
Komentar Terakhir