ALOK TIMUR, SIKKA,SATUMERAHPUTIH.Com – Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng menutup rangkaian Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap VI di Kabupaten Sikka dengan menyambangi wilayah pesisir dan kepulauan di Kecamatan Alok Timur, pada 24 September 2026.

Lokasi yang dikunjungi meliputi Kelurahan Wairotang, Kota Baru, dan menyeberang dengan perahu motor ke Desa Pulau Kojadoi, desa pulau kecil yang berhadapan langsung dengan Laut Flores. Topik yang dibawa pada hari penutup ini adalah Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan amanat pemerataan pendidikan sebagai pilar kesejahteraan.

Kehadiran Mekeng di pulau kecil tersebut menjadi simbol komitmen negara untuk hadir hingga ke titik terluar, tidak hanya berpusat di perkotaan. Di hadapan warga pesisir, guru, dan nelayan Kojadoi yang berkumpul di balai desa, Mekeng menegaskan bahwa menjaga pulau-pulau kecil seperti Kojadoi sama pentingnya dengan menjaga kedaulatan NKRI itu sendiri.

Menurutnya, batas negara tidak hanya dijaga oleh TNI, tetapi juga oleh masyarakat yang tetap bertahan dan menghidupkan pulau.

“Anak-anak di Pulau Kojadoi berhak mendapatkan pendidikan yang sama berkualitasnya seperti anak di Jakarta atau di Surabaya. Itu adalah amanat konstitusi kita, UUD 1945 Pasal 31 yang menyatakan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Transportasi laut yang murah, akses internet, dan beasiswa afirmasi untuk anak pulau harus menjadi prioritas negara,” kata Mekeng dengan tegas.

Warga dari Kelurahan Wairotang, Kota Baru, dan Pulau Kojadoi mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia di Aula Kantor Desa Kojadoi, Alok Timur, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/9). Foto: Herman Hayong

Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari warga pulau yang selama ini merasakan tantangan geografis dalam mengakses layanan pendidikan. Ibu Maria Goreti, Kepala SDN Kojadoi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa harunya.

“Kami guru di pulau ini sering kesulitan. Anak-anak harus menyeberang kalau mau lanjut SMP. Apa yang dikatakan Pak Mekeng tadi bahwa pendidikan adalah hak konstitusional, itu menguatkan kami. Kami berharap negara memberi perhatian lebih pada kebutuhan masyarakat desa Kojadi,” ujar Maria.

Sementara itu, Bapak Petrus M. Lado, Tokoh Nelayan Pulau Kojadoi, menambahkan bahwa warga pulau adalah penjaga terdepan NKRI.

“Kami di pulau ini yang pertama lihat kapal asing lewat. Kami cinta NKRI harga mati. Tapi kami juga butuh negara hadir lewat BBM satu harga untuk nelayan dan pendidikan buat anak cucu kami. Terima kasih Pak Mekeng sudah datang menyeberang ke pulau kami, tidak banyak pejabat yang mau datang sejauh ini,” katanya.

Mekeng menutup sosialisasi dengan komitmen bahwa aspirasi dari Wairotang, Kota Baru, dan Pulau Kojadoi akan dibawanya ke Komisi terkait di DPR RI. Menurutnya, pembangunan Indonesia dari pinggiran dan pulau terluar bukan sekedar jargon, melainkan implementasi dari Sumpah Pemuda dan Pancasila itu sendiri. (JL)