MAUMERE, SATUMERAHPUTIH.Com– Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng memulai rangkaian Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap VI & VII Tahun 2026 di Kelurahan Kabor dan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan yang digelar pada 22 September 2026 di Aula Kantor Kelurahan Kabor, Alok, ini dihadiri ratusan warga kelurahan Alok dan Nangalimang, tokoh agama, tokoh adat, nelayan, serta pelaku UMKM pesisir. Di hadapan warga, Mekeng menegaskan bahwa Maumere adalah laboratorium toleransi Indonesia yang otentik. Menurutnya, kehidupan rukun antara warga di Kelurahan Kabor dan Nangalimang menjadi bukti nyata bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan di buku pelajaran, melainkan praktik hidup sehari-hari yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Sikka.

“Di Kabor dan Nangalimang, masjid dan gereja hanya berjarak 100 meter tapi hidup rukun, saling bantu saat pesta dan duka. Itulah Bhinneka Tunggal Ika yang hidup, bukan sekedar di buku. Ini yang harus kita jaga dari provokasi dan hoaks yang ingin memecah belah kita, terutama menjelang tahun politik,” ujar Mekeng, legislator senior Golkar asal NTT tersebut.

Pernyataan tersebut disambut baik oleh seorang pengurus Mesjid Al-Muhajirin Perumnas Maumere H. Supardi Wahab, yang turut hadir mengatakan bahwa apa yang disampaikan Mekeng sangat sesuai dengan kondisi riil warga.

“Kami di Nangalimang sudah lama hidup berdampingan. Kalau ada acara di gereja, pemuda masjid bantu parkir. Kalau ada Maulid, saudara Katolik kami datang bantu tenda. Kami berterima kasih Pak Mekeng datang mengingatkan bahwa kerukunan ini adalah kekuatan kita,” ujarnya.

Senada, Bapak Yoseph B. da Silva, Tokoh Masyarakat Kelurahan Kabor sekaligus Ketua LPMK setempat, menilai sosialisasi Empat Pilar sangat relevan bagi generasi muda pesisir.

“Anak-anak muda sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya di HP, mudah terpancing isu SARA di media sosial. Penjelasan Pak Mekeng tentang Pancasila khususnya Sila 1 dan 2 tadi sangat membumi, tidak menggurui. Kami butuh kegiatan seperti ini terus,” kata Yoseph.

Warga Kelurahan Kabor dan Nangalimang, Maumere mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia dengan narasumber Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, Selasa (22/9) di halaman Kantor Kelurahan Kabor, Maumere/Foto: Herman Hayong

Lebih lanjut, Mekeng menekankan bahwa kunci kerukunan tersebut terletak pada pengamalan Pilar Pancasila, khususnya Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Ia mengingatkan bahwa toleransi tidak berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan saling menghormati dan menghargai perbedaan sebagai kekayaan bangsa sesuai amanat UUD NRI Tahun 1945.

Selain isu kebangsaan, anggota DPR RI Dapil NTT I ini juga menyoroti pilar ekonomi kerakyatan. Ia menjelaskan bahwa UUD 1945 Pasal 33 dan Pasal 34 mengamanatkan negara untuk menjamin kesejahteraan warga pesisir. Untuk itu, Fraksi Golkar MPR RI berkomitmen mengawal kebijakan negara agar lebih berpihak pada nelayan tradisional dan UMKM pengolahan hasil laut di Maumere, termasuk kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Acara sosialisasi yang berlangsung penuh keakraban tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif. Sejumlah nelayan dan pelaku usaha ikan di Kabor dan Nangalimang menyampaikan aspirasi terkait permodalan usaha, bantuan alat tangkap ramah lingkungan, serta kebutuhan cold storage. Mekeng berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke Senayan untuk ditindaklanjuti bersama mitra kementerian terkait. (JL)