Penulis: Alvin Lamaberaf
Kupang, Satumerahputih.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Kemenko PMK ) memberikan perhatian untuk mendorong penguatan komitmen dalam menurunkan angka stunting di seluruh Indonesia.
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu dari 14 provinsi prioritas nasional dalam upaya percepatan penanganan stunting, mengingat prevalensinya yang masih tergolong tinggi.
Kota Kupang, masuk dalam daftar perhatian Kemenko PMK karena jumlah kasus Stunting mencapai 3.377 kasus atau 29 persen dari total jumlah Balita di Kota Kupang.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kupang, Jumat (17/10/2025) kemarin.
” NTT menjadi perhatian khusus karena angka stuntingnya masih cukup tinggi. Secara nasional, target pemerintah penurunan angka stunting menjadi 18,7 persen pada tahun 2026,” kata Prof. Sukadiono.
Dijelaskannya, pemerintah pusat telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerah, termasuk memperkuat intervensi sejak dini bagi perempuan usia produktif, ibu hamil, dan balita.
“Kami percaya jika semua perangkat daerah dan stakeholder bekerja secara terintegrasi, target nasional akan tercapai. Pendampingan harus dimulai dari hulu, sejak sebelum kehamilan hingga masa balita,” tegas Sukadiono.
Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap isu stunting yang masih menjadi tantangan serius di NTT, khususnya di Kota Kupang.
“Kami sangat menghargai kehadiran Bapak Ibu dari Kemenko PMK yang telah datang langsung untuk melihat dan berdiskusi mengenai penanganan stunting di daerah kami. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting,” ungkap Jeffry.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, I Gusti Agung Ngurah Suarnawa menyebutkan bahwa hingga Agustus 2025, terdapat 3.377 kasus stunting atau sekitar 29 persen dari total jumlah balita di Kota Kupang.
“Berbagai langkah telah kami ambil, salah satunya adalah meningkatkan kapasitas 369 kader posyandu di Kota Kupang untuk melakukan pemantauan pertumbuhan balita secara rutin,” jelasnya.
Kunjungan kerja Tim Deputi Kemenko PMK disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH, di Gereja Santo Petrus Tuak Daun Merah (TDM).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, pimpinan perangkat daerah terkait, Plt. Camat Oebobo, dan Lurah TDM.
Selain itu, ada sejumlah pejabat dari Kemenko PMK, yakni Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting, Jelsi Natalia Marampa, SKM., MKKK, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas dan Ketahanan Kesehatan, dr. Nancy Dian Anggraeni, M.Epid dan Asisten Deputi Peningkatan Sumber Daya Kesehatan, Ir. Redemtus Alfredo Sani Fenat, MAB.
Komentar Terakhir