MAUMERE,SATUMERAHPUTIH.Com – Ketua Fraksi MPR RI Melchias Markus Mekeng kembali menekankan pentinganya upaya memperkokoh Empat Pilar Kebangsaan Indonesia sebagai pedoman yang utuh dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang diamanahkan para pendahulu bangsa.


“Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila sebagai jiwa kita, UUD 1945 sebagai aturan yang harus dipatuhi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bingkai kesatuan wilayah bangsa dan negara kita serta Bhinneka Tunggal Ika merupakan kekuatan yang kita miliki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu terus disosialisasikan terutama kepada generasi muda kita,” kata Mekeng.

Pernyataan itu disampaikan Mekeng pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di depan para pelajar SMKS Bina Maritim Nelle dan perwakilan orang muda dari desa Nelle. Menurut Mekeng, menghadapi dinamika global dan disrupsi teknologi, dibutuhkan sebuah kesadaran bersama untuk berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan.

“Empat Pilar Kebangsaan yang kita miliki i Pancasila itu tidak lain merupakan falsafah bangsa yang mesti terus dihidupi dan dikembangkan. Saya berharap, orang muda yang hadir di sini sungguh menyadari hal ini,” kata Mekeng.

Sebagai kaum muda, demikian kata Mekeng, kesadaran akan pentingnya pilar-pilar Kebangsaan akan hal itu akan membuat Indonesia terus berdiri kokoh dari waktu ke waktu, tidak hanya kemarin dan hari ini saja, tetapi juga di masa mendatang.

“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya sekedar konsep, tapi merupakan penopang berkelanjutan bangsa. Memahami serta mengamalkan nilai-nilai empat pilar adalah tanggung jawab bersama kita sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Mekeng.

Tampak para pelajar SMKS Bina Maritim Nelle, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka mengikuti kegiatan sosialisasi 4
Pilar Kebangsaan Indonesia yang digelar oleh Anggota DPR RI/Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng, Selasa (19/8/2025)/Foto: Herman Hayon

Saat memberikan edukasi 4 Pilar kepada para pelajar dan orang muda tersebut, Mekeng juga mengingatkan agar kaum muda perlu terus menjaga dan menghidupi nilai-nilai kearifan lokal seperti solidaritas, kepedulian dan toleransi. Ia mengatakan bahwa kearifan lokal seperti itu merupakan warisan para leluhur yang telah berkontribusi bagi pembangunan nilai-nilai kebangsaaan.

“Karena kita mengapa masyarakat kita begitu toleran dan terbuka terhadap kemajemukan bangsa”, ujarnya.

Selain mengedukasi orang muda dengan nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan Indonesia, Mekeng juga mendorong para pelajar agar terus fokus pada pengembangan kompetensi diri sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kalau sekarang kita hidup di era digital, maka adik-adik juga perlu mengembangkan kemampuan digitalnya agar bisa bersaing di pasar”, pungkasnya. (JLW)