SATUMERAHPUTIH.Com, LABUAN BAJO – Setelah sempat jeda dua hari, Anggota MPR RI Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng melanjutkan kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaaan pada Senin (27/5/2025). Kali ini Mekeng bertemu dengan para pelajar dari SMK Santa Theresia Lembor, Manggarai Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Mekeng mengatakan bahwa kehadirannya di tengah para pelajar bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Menurutnya, wawasan kebangsaan yang terkandung di dalam 4 pilar kebangsaan Indonesia berfungsi sebagai perekat dari hidup bersama sebagai suatu bangsa.

“Mengapa? Sebab melalui wawasan kebangsaan itu segenap warga bangsa diharapkanm sanggup melihat keberadaan diri mereka memiliki makna yakni menjadi bagian integral dari bangsa dan negaranya”, ujar Mekeng.

Lebih lanjut, Wakil Rakyat asal Nusa Tenggara Timur itu menerangkan bahwa wawasan kebangsaan itu tidak terpisahkan dari aspek kehidupan kulturalnya dalam pola-pola kehidupan ekonomi, sosial, dan politik. Dengan wawasan kebangsaan itu, masyarakat mampu menyadari arti hidup bersama berdasarkan dasar persamaan status dan hak.

Mekeng kemudian mengajak para pelajar guna mendalami muatan aspek moral dan aspek intelektual dari konsep wawasan kebangsaan.

“Aspek moral itu menyangkut komitmen setiap indvidu atau masyarakat untuk berjuang bagi kelangsungan dan peningkatan kualitas bangsa. Sementara itu, aspek intelektual mencakup kualitas pengetahuan warga dalam menghadapi tantangan dan potensi masalah bangsa”, terangnya.

Saat seorang peserta bertanya tentang bagaimana histori perkembangan konsep wawasan kebangsaan, Mekeng mengatakan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 menjadi cikal bakal tercetusnya konsep wawasan kebangsaan Indonesia.

“Pada waktu itu para pemuda menyatakan tekad perjuangan mereka tentang keberadaan bangsa Indonesia. Itulah pernyataan eksistensi Indonesia adalah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia”,ujar Mekeng.

Menariknya lagi, lanjut Mekeng, dengan wawasan kebangsaan seperti ini para pemuda waktu itu sukses mengesampingkan perbedaan asal usul agama, keturunan, warna kulit, ataupun kesukuan. Mereka tidak memandang latar belakang setiap orang. Mereka mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dari wawasan kebangsaan inilah Indonesia akhirnya memiliki 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika”, pungkasnya.

Di akhir kegiatan, tak lupa Mekeng berpesan agar para peserta generasi muda terus mendalami wawasan kebangsaan itu. Karena menurutnya, kalau gerenasi muda di sudah memiliki wawasan kebangsaan yang mendalam, mereka pasti tahu menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan YME, mampu membangun tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang merdeka, bebas, dan bersatu, memiliki rasa cinta tanah air dan bangsa, setia kawan, dan selalu berjuang untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. (JLW)