SATUMERAHPUTIH.Com. LABUAN BAJO – Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng menilai pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar MPR, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, kepada masyarakat penting untuk memperkuat fondasi bangsa. Mekeng tak menampik, penguatan fondasi bangsa perlu melibatkan generasi muda.
“Tugas kami di MPR adalah memperkuat fondasi bangsa, yaitu Empat Pilar MPR. Sosialisasi Empat Pilar MPR menjelaskan secara detail keempat fondasi tersebut. Kita ingin generasi muda berada di barisan terdepan dalam menjaga dan memperkuat keempat fondasi bangsa ini,” kata Mekeng, dalam lanjutan kegiatan sosialisasi 4 Pilar yang menghadirkan pelajar SMK Bina Mandiri dan SMA Santu Klaus Werang, Kec. SANO NGGOANG, Manggarai Barat, NTT, Jumat (23/5/2025).
Dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR yang berlangsung di Aula SMA Santu Klaus Werang itu, Mekeng juga merinci tugas dan kewenangan yang dimiliki MPR. Salah satunya yakni memperkuat fondasi bangsa. Pertama, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Kedua, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara.
Mengenai UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia, Mekeng mengungkapkan bahwa dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah terjadi empat kali perubahan UUD 1945. Namun perubahan tersebut tentu tidak boleh bertentangan
“UUD 1945 sudah mengalami empat kali perubahan atau amandemen. Di bawah UUD 1945, ada undang-undang. Apabila UU itu bertentangan dengan UUD 1945 maka UU itu bisa dibatalkan atau diamandemen,” jelasnya.
Selain merinci tugas dan kewenangan MPR RI, Mekeng juga menambahkan bahwa agar sosialisasi Empat pilar sungguh membumi di dalam sanubari generasi muda, pihaknya juga telah menerbitkan seperangkat buku panduan materi. Buku tersebut berisi penjelasan lengkap seputar Empat Pilar MPR.
“Dengan buku panduan ini, generasi muda diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaanya, tidak hanya secara teoritis saja tetapi lebih dari itu mampu menerapkannya dalam kehidupan praktis,” paparnya.
Pada intinya, penyampaian sosialisasi Empat Pilar MPR kepada seluruh kalangan masyarakat Indonesia adalah agar bangsa Indonesia ini tetap utuh dengan empat pilar tersebut,” imbuhnya.
Kepada peserta sosialisasi, Alumni SMA Regina Pacis Jakarta Tahun 1982 itu pun mengingatkan para pelajar yang hadir agar mampu mendayagunakan segala potensi dirinya dan bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri saja tetapi juga untuk orang banyak. Menurutnya, hal ini merupakan perwujudan manusia sebagai makhluk sosial.
“Yang tidak kalah pentingnya dalam hidup ini adalah adik-adik bisa memanfaatkan seluruh potensi diri agar bermanfaat bagi banyak orang. Hidup tidak hanya untuk diri saja, tetapi juga sanggup berbuat baik terhadap orang lain di sekitarnya,” terangnya.
Mekeng yang telah menjalani jabatan sebagai wakil rakyat dari Nusa Tenggara Timur pada periode keempat itu tak lupa mengisahkan lika-liku perjalanannya sebagai anggota DPR RI. Ia mengatakan bahwa selama mengemban tugas sebagai wakil rakyat ada begitu banyak tantangan yang ia hadapi. Namun berkat doa dan kerja secara jujur, segala tantangan itu sanggup dilewatinya.
“Sebagai orang beriman,saya berdoa di setiap peristiwa hidup saya dan saya percaya Tuhan pasti menolong saya,” tuturnya.
Untuk itu, Mekeng pun minta para peserta yang hadir,para pelajar sebagai generasi muda agar tidak menjauh dari Tuhan.
“Jangan tunggu ketika ada kesulitan baru dekat dengan Tuhan,” ujar Mekeng disambut tertawa dari para peserta.
Sebagai informasi, kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR yang terpusat di Aula SMA Santo Klaus Werang ini dihadiri oleh pelajar dari SMK Bina Mandiri dan SMA Santu Klaus Werang, para guru dari kedua Sekolah serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Hadir pula Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Bidang Pemenangan Pemilu Bali-Nusra Herman Hayong. (JLW)
Komentar Terakhir