SATUMERAHPUTIH.Com, LABUAN BAJO – Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng kembali menggelar kegiatan bertajuk Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama tenaga pendidik dan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) st. Ignatius Loyola Jl. dan Siswa Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/5/2025).
Dalam kesempatan itu, Mekeng mengingatkan para tenaga pendidik serta pelajar bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan membimbing generasi muda dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.
“Maka penerapan 4 Pilar Kebangsaan di lingkungan Sekolah menjadi hal yang sangat penting dan mendesak”, kata Mekeng.
Mekeng berpandangan bahwa lingkungan pendidikan menjadi tempat paling strategis untuk memperkuat identitas nasional dan semangat persatuan di antara anak bangsa tanpa memperhatikan latar belakang sosial peserta didik.
“Dengan dukungan para pendidikan yang berwawasan nasional tentu akan semakin mempermudah upaya-upaya penguatan identitas nasional dan wawasan kebangsaan yang berbasis Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika.
Meski disadari bahwa dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara seringkali terjadi gesekan sosial, Mekeng mengatakan hal itu sama sekali tidak akan mempengaruhi apalagi menghentikan upaya membumikan 4 pilar kebangsaan Indonesia.
“Selalu ada tantangan tetapi kita tidak akan berhenti. Maka kita berharap lingkungan pendidikan mutlak berdiri di garda terdepan untuk menerapkan pilar-pilar kebangsaan kepada generasi muda secara konsisten dan komprehensif”.

Lebih lanjut Mekeng mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bukan semata terbatas pada upaya mempromosikan idealisme semata, tetapi juga mendorong generasi muda untuk bertindak secara praktis dengan menghidupi nilai-nilai yang terkandung di dalam 4 Pilar Kebangsaan Indonesia.
“Secara nyata, generasi muda yang hadir di sini didorong untuk aktif mempromosikan semangat hidup yang toleran, mampu menghormati keberagaman, dan memberikan kontribusi positif bagi komunitas mereka”, ujar Mekeng.
Selain para pelajar dan pendidikan, Mekeng juga mengimbau agar segenap komponen bangsa khususnya di Manggara Barat dapat berpartisipasi aktif dalam kampanye Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.
“Mulai dari keluarga, lingkungan RT/RW, para tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh agama juga diharapkan dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi penerapan 4 Pilar Kebangsaan Indonesia,”
Dengan memahami dan menginternalisasi 4 Pilar Kebangsaan, kita dapat membangun masyarakat yang menghormati dan merayakan warisan budaya kita yang beragam, sambil memupuk rasa persatuan nasional yang kuat. Bersama-sama, mari kita memperkuat fondasi bangsa kita yang besar dan membentuk masa depan yang cerah bagi Indonesia.
Peran Penting Empat Pilar Kebangsaan Indonesia
Secara detail, Mekeng menjelaskan bahwa penerapan Pancasila sebagai landasan ideologi negara memegang peran penting dalam membentuk nilai-nilai moral dan etika. Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus memberikan pemahaman yang baik tentang Pancasila dan mengintegrasikannya ke dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.
Sementara itu, dengan pemahaman yang mendalam tentang UUD 1945, demikian menurut Mekeng, peserta didik dapat mengenal dan menghormati hak-hak dan kewajiban warga negara. Penerapan UUD 1945 melalui pendidikan akan melahirkan kesadaran hukum, memupuk semangat kebangsaan, serta mengajarkan nilai-nilai keadilan, demokrasi, dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.
Konsep Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan pentingnya menghargai dan merayakan keberagaman budaya, agama, suku, dan bahasa di Indonesia. Lembaga pendidikan harus menciptakan suasana inklusif yang mendorong toleransi, saling menghormati, dan kerja sama antarpeserta didik dari latar belakang yang beragam.
Dengan memperkuat pemahaman tentang Bhinneka Tunggal Ika, lembaga pendidikan akan menjadi wahana pembentukan generasi yang menghargai keanekaragaman budaya dan menjunjung tinggi persatuan.
Menurut Mekeng, semboyan nasional “Bhinneka Tunggal Ika” tentu menggambarkan semangat persatuan dalam keragaman. Karena itu, penting bagi Sekolah untuk mengajarkan dan menekankan nilai-nilai persatuan, menghargai perbedaan dan membangun kesepahaman di antara sesama warga negara.
“Sebagai anggota MPR RI, kami memiliki tanggung jawab terhadap pengawasan pengembangan dan implementasi kebijakan pendidikan di Indonesia. Pengawasan ini bertujuan untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi seluruh warga negara dan memupuk rasa identitas nasional, persatuan, dan kebanggaan,” pungkasnya (JLW)
Komentar Terakhir