MAUMERE,SATUMERAHPUTIH.Com – TIDAK semua pelajar (SMP dan SMA) bisa menerima nasihat langsung dari tokoh nasional seperti Bapak Melchias Markus Mekeng. Adalah para pelajar setingkat Sekolah Menengah Pertama dan Menengah Atas di Nangalimang dan Wailiti, Kabupaten Sikka. Mereka termasuk pelajar yang beruntung karena boleh mendengar langsung nasihat dari Bapak Melchias Markus Mekeng.
Seperti seorang ayah yang berbicara kepada anaknya, Anggota DPR RI asal Sikka, Nusa Tenggara Timur itu hadir dengan tampilan bersahaja. Mengenakan baju batik kemeja lengan pendek, celana dan topi hitam berlogo Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Mekeng menasihat para pelajar dengan bahasa sederhana.
“Adik-adik yang duduk di depan saya ini, kita tidak pernah tahu jalan hidup ke depan. Makanya, sekarang adik-adik perlu sekolah yang benar, tekun belajar, berani tampil, berani bicara, ikut organisasi, jangan malu-malu”, kata Mekeng di hadapan ratusan pelajar di Nagalimang dan Wailiti, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Hari itu, masih awal Mei 2025, tepatnya tanggal 1 Mei. Seluruh rakyat Indonesia tengah memperingati Hari Buruh. Peringatan ini bukan sekedar ritual belaka tetapi sebuah momen historis untuk menghidupkan solidaritas dan semangat juang dalam sebuah wadah. Dalam semangat inilah, Mekeng hadir di tengah generasi muda, di kampung halamannya sendiri.
Kehadiran politisi kawakan Partai Golkar saat itu memang dalam rangka sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Indonesia. Tetapi bagi Mekeng, momen ini semata bukan hanya untuk membumikan pilar-pilar kebangsaan kepada generasi muda agar terus mencintai Indonesia. Ia menjadikan kesempatan ini sebagai jalan untuk membuka cakrawala generasi muda tentang pentingnya Sekolah.
Bagi Mekeng, sekolah bukan hanya tempat untuk mentransfer pengetahuan dan ketrampilan tetapi lebih dari itu sekolah menjadi tempat untuk pengembangan kepribadian melalui nilai-nilai kehidupan. Dan, sejatinya nilai-nilai kehidupan seperti rasa keadilan, toleran, menghargai perbedaan, solidaritas merupakan fondasi dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Para pemimpin bangsa dan organisasi besar hari ini, mereka lahir dan tumbuh dari rahim yang dinutrisi oleh rasa cinta, penuh toleransi dan solider. Sekarang ini ade-ade ke sana kemari pakai seragam sekolah seperti ini, siapa tahu suatu saat adik-adik juga bisa menjadi pemimpin di daerah bahkan di Pusat”, ungkap Mekeng seraya menyebut nama Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Sama seperti nilai-nilai kehidupan itu, pembumian 4 pilar kebangsaan Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, dalam pandangan Mekeng, perlu dilakukan secara bertahap. 4 Pilar ini perlu dibaca, bukan hanya dengan mendengar saja. Karenanya, Mekeng mengingatkan para siswa yang hadir saat itu untuk terus memiliki semangat membaca.
“Saya berharap adik-adik baca itu UUD 1945, baca aja sekilas, hari ini satu halaman, besok satu halaman dan seterusnya, baca terus supaya masuk di dalam otak kita'”, pungkasnya.
Penulis: John Laba Wujon
Komentar Terakhir