LEMBATA,Satumerahputih.com – Upacara penyambutan secara adat oleh masyarakat Desa Puor B, Lembata, Nusa Tenggara Timur, mewarnai kunjungan Ketua Fraksi Partai Golkar MPRI RI Melchias Markus Mekeng, Senin (22/12/2025). Kunjungan Mekeng ke wilayah Selatan Lembata itu dalam rangka melaksanakan kegiatan sosialisasi empat pilar kembangsaan Indonesia.
Begitu tiba di lokasi kegiatan, warga setempat telah berkumpul. Seorang tokoh adat kemudian menyapa wakil rakyat dengan bahasa setempat. Pesannya, mereka bahagia mendapat kunjungan dari politisi senior asal Flores, NTT. Setelah menyampaikan sambutan penerimaan, ritual penerimaan dilanjutkan dengan pengalungan selendang kepada Bapak Mekeng.

Dari Budaya ke Pilar Kebangsaan Indonesia
Setelah melewati prosesi penerimaan adat secara singkat, politisi yang telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama lima periode itu bersama rombongan dihantar menuju ke lokasi kegiatan sosialisasi empat pilar. Setibanya di lokasi, Mekeng bersama masyarakat setempat mengumandangkan Lagu Indonesia Raya untuk mengawali rangkaian kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia.
“Terima kasih Bapa Ibu dan kaum muda atas penerimaannya. Ketika kita berupaya mendalami empat pilar kebangsaan Indonesia Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika, mau tidak mau suka tidak suka tentu kita membicarakan pula identitas nasional yang terbentuk dari sejarah panjang, nilai-nilai luhur serta kekayaan budaya seperti dalam seremonial tadi”, sebut Mekeng disambut tepuk tangan warga.
Menurut Mekeng, identitas nasional itu bukan sekadar label atau atribut artifisial, melainkan representasi kompleks dari sejarah, nilai-nilai luhur, budaya yang kaya, dan cita-cita bersama hingga membentuki fondasi kokoh bagi keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Maka sejatinya empat pilar kebangsaaan itu dibentuk berdasarkan identitas nasional itu”, tegasnya.
Untuk menjaga agar empat pilar kebangsaan itu tetap berdiri kokoh, lanjut Mekeng, identitas nasional itu perlu dijaga dengan baik. Identitas nasional itu terwujud dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari bahasa yang digunakan sehari-hari, adat istiadat yang dijunjung tinggi, seni dan budaya yang dilestarikan, hingga ideologi yang menjadi landasan bernegara. Lebih dari sekadar simbol atau seremonial, Mekeng mengatakan bahwa identitas Nasional adalah cerminan dari jiwa bangsa, karakter unik yang membedakannya dari entitas lain di dunia.
“Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika itu tidak hanya sekedar pilar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara tetapi juga menjadi cerminan jiwa bangsa dan karaker unik Indonesia”, pungkasnya. (WL)
Komentar Terakhir