MAUMERE,Satumerahputih.com – Ketua Fraksi Partai Golkar Majelis Permusyawaratan Rakat Republik Indonesia, Melchias Markus Mekeng mengajak warga masyarakat di desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur agar menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi hidup mereka.

Mekeng menyampaikan ajakan tersebut saat ia menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia di Desa Ladogajar, Kecamatan Nita pada Minggu (14/12/2026). Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara & ideologi negara membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi landasan utama bagi hidup berbangsa dan bernegara.

“Ada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai Kemanusiaan yang adil dan beradab, nilai persatuan Indonesia, nilai kerakyatan yang dipimpin sang hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, & nilai Keadilan sosial bagi semua masyarakat Indonesia, itu semua harus menjiwai hidup kita”, ujar Mekeng.

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Bapak Melchias Markus Mekeng menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (14/12/2025)/Foto: Herman Hayong

Legislator asal Sikka, Flores, NTT itu menerangkan lebih lanjut bahwa hal menarik yang perlu dicermati lebih dalam mengenai hakikat kedudukan Pancasila dalam kaitannya dengan pembangunan Indonesia. Bahwa segala aspek pembangunan nasional wajib bersumber dari dalam nilai-nilai Pancasila.

“Entah itu aspek pembangunan politik, pembangunan ekonomi juga pembangunan sosial, semuanya harus bersumber dari Pancasila”, terangnya.

Mekeng lantas mencontohkan bahwa dalam pembangunan politik yang berlandaskan Pancasila dimana negara Indonesia menganut sistem politik demokratis maka kedaulatan tertinggi berada di tangan masyarakat.

Saat sesi diskusi bersama, seorang tokoh masyarakat sempat bertanya tentang apa maksud sosialisasi empat pilar dilaksanakan, Mekeng tak menampik bahwa dengan sosialisasi tersebut dapat mengukuhkan jiwa kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme generasi penerus bangsa untuk semakin mencintai dan berkehendak untuk membangun negeri.

“Empat Pilar ini dapat menjadi panduan yang efektif dan nyata, apabila semua pihak, segenap elemen bangsa, para penyelenggara Negara dan masyarakat konsisten mengamalkannya dalam arti yang seluas-luasnya”,katanya. *** (WL)