LEMBOR, MANGGARAI BARAT, Satumerahputih.com – Anggota DPR RI/Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI 2024 – 2029, Melchias Markus Mekeng melanjutkan rangkaian kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula SMKN I Lembor Selatan, Manggarai Barat, Rabu (5/11/2025).

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat dan menguatkan pemahaman masyarakat tentang empat pilar kebangsaan yang menjadi landasan negara Republik Indonesia.

Acara yang dihadiri oleh para pelajar dari kedua Sekolah Menengah di Lembor Selatan – SMAN I Lembor Selatan dan SMKN Lembor Selatan – para guru dan berbagai undangan terkait lainnya. bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan.

“Sosialisasi ini kami laksanakan untuk mengingatkan kembali pentingnya empat pilar sebagai dasar yang memperkokoh bangsa, terutama jati diri orang muda,” kata Mekeng.

Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi yang mengatur hidup bernegara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang menggambarkan keragaman yang harus dipersatukan. Melalui empat pilar ini jati diri orang muda dibentuk untuk semakin mencintai tanah airnya.

Pokok-pokok Sosialisasi Empat Pilar

Dalam paparan lebih lanjut, Mekeng menjelaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya membahas amandemen UUD, tetapi juga memperkenalkan dan memperkuat makna Empat Pilar Kebangsaan, yaitu:
1. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) sebagai konstitusi negara.
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara.
4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.

Pada kesempatan tersebut, Mekeng juga menegaskan bahwa empat pilar ini bukan hanya menjadi sebuah doktrin, tetapi merupakan prinsip moral yang harus dijadikan pedoman oleh setiap warga negara dalam mencapai tujuan kehidupan yang lebih baik. 

“Keempat pilar ini adalah prinsip moral dan dasar bagi keberlanjutan Indonesia yang adil, berdaulat dan sejahtera,” tambahnya.

Pilar Sebagai Pemersatu Bangsa

Mekeng juga menguraikan bahwa Pancasila memiliki fungsi sebagai pandangan hidup, ideologi negara, ligatur (pemersatu), dan sumber dari segala sumber hukum. Sementara NKRI dikelola secara “bergotong royong,” seperti yang digaungkan oleh para pendiri bangsa. Adapun Bhinneka Tunggal Ika menekankan pentingnya menghormati keberagaman dalam agama, budaya, bahasa, dan tradisi sebagai warisan bangsa.

“Prinsip-prinsip ini adalah jembatan yang mempersatukan masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang suku, agama, ras dan golongan masyarakat agar tetap harmonis dalam perbedaan,” imbuhnya.

Ketahanan Pangan untuk Kesejahteraan Bangsa

Sebagaimana telah disampaikan pada sosialisasi sebelumnya, pada kesempatan sosialisasi di wilayah Lembor Selatan itu Mekeng kembali menegaskan bahwa empat pilar kebangsaan ini memiliki arit yang luar terutama juga untuk membangun ketahanan pangan lokal.

Anggota DPR RI dari DAPIL I NTT itu lantas menyoroti pentingnya ketahanan pangan lokal dalam menjaga kesejahteraan keluarga. Ia mengatakan bahawa sebagai kebutuhan dasar manusia, pangan lokal menentukan kesehatan dan kecerdasan masyarakat.

“Dalam jangka panjang, kekurangan pangan akan melahirkan generasi yang lemah, kurang cerdas, dan tidak produktif. Dengan kualitas SDM seperti ini, tidak mungkin sebuah bangsa bisa maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Mekeng juga mengajak warga Lembor untuk selalu bersyukur atas alam yang subur, yang telah memberikan penghidupan ekonomi pertanian sawah secara baik.

“Saya juga mengajak bapak-ibu serta adik adik semua agar selalu mensyukuri potensi alam ini. Pertanian sebagai tumpuan hidup Bapak Ibu perlu dikelola secara baik agar bisa mensejahterakan keluarga”, pungkasnya. (WL)

t