LABUAN BAJO,Satumerahputih.com – Anggota DPR RI Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR/MPR RI Melchias Markus Mekeng kembali menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika), di Aula Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (29/10/2025) di Aula Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Labuan Bajo, Mangggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Di hadapan ratusan pelajar dan puluhan guru dari SMAN I Labuan Bajo dan SMKN I Labuan Bajol, Wakil Rakyat dari Daerah Pemiihan I Nusa Tenggara Timur itu mengatakan orang muda merupakan ujung tombak dan penggerak utama dalam mewujudnyatakan nilai-nilai dari Pancasila dengan menjadi jembatan bagi terciptanya toleransi dan persatuan warga bangsa dengan beragam perbedaan.persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Adik-adik, orang muda, mari terus rawat keberagaman Indonesia dengan jiwa toleran dan semangat persatuaan sekalipun kita berbeda-beda”, ujar Mekeng.  

Lebih lanjut Mekeng mengatakan bahwa Empat Pilar Kebangsaan Indonesia yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia sebagai Konstitusi Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara perlu terus menerus diinternalisasi ke dalam jiwa segenap warga bangsa Indonesia apapun kondisinya.

“Terlebih ketika gempuran ideologi dari luar hingga mempengaruhi cara pandang orang-orang muda terhadap eksistensi negara dengan segala problem yang dihadapinya seperti ketidakadilan dalam pembangunan, pengusaan ekonomi oleh segelintir elit serta adanya upaya-upaya merongrong kesatuan dan persatuan bangsa,” terangnya.

Untuk itulah, demikian menurut Mekeng, kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut menjadi penting serta menuntut tanggung jawab bersama bersama segenap lapisan warga bangsa dalam membentengi para pelajar dengan nilai-nilai Pancasila yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.  

Mekeng pun berharap agar para guru dari kedua Sekolah Negeri itu terus bersemangat dalam menyebarluaskan gagasan-gagasan kebangsaan terutama gagasan-gagasan di dalam empat pilar kebangsaan Indonesia.

“Tentu saja para guru mempunyai peran lebih dalam mentransfer pengetahuan seputar empat pilar kebangsaan Indonesia. Tetapi lebih dari itu, para guru mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat sekalipun dalam lingkup sekolah”, kata Mekeng.

Pada kesempatan sosialisasi tersebut, Mekeng juga menyampaikan alasannya mengapa Labuan Bajo dan wilayah lain di Manggarai Barat menjadi pilihan strategis bagi pelaksanaan kegiatan sosialisasi kali ini. Ia mengatakan bahwa Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premier saat ini begitu terbuka dan terus mengalami perubahan sosial secara dinamis.

Perubahan  sosial itu, menurut Mekeng, perlu dicermati dengan upaya memperkuat nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan Indonesia.

“Perubahan sosial dalam masyarakat kita perlu ditopang dengan nilai-nilai kebangsaan terutama kepada generasi muda agar mereka terbuka untuk menghadapi perbedaan”,

Mekeng menerangkan bahwa tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar orang-orang muda para pelajar kita mampu

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Mlechias Markus Mekeng menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia di Aula SMAN I Labuan Bajo, Sabtu (29/10/2025)/Foto: Herman Hayon

Lebih lanjut Mekeng mengatakan bahwa Empat Pilar Kebangsaan Indonesia yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia sebagai Konstitusi Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara perlu terus menerus diinternalisasi ke dalam jiwa segenap warga bangsa Indonesia apapun kondisinya.

“Terlebih ketika gempuran ideologi dari luar hingga mempengaruhi cara pandang orang-orang muda terhadap eksistensi negara dengan segala problem yang dihadapinya seperti ketidakadilan dalam pembangunan, pengusaan ekonomi oleh segelintir elit serta adanya upaya-upaya merongrong kesatuan dan persatuan bangsa,” terangnya.

Untuk itulah, demikian menurut Mekeng, kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut menjadi penting serta menuntut tanggung jawab bersama segenap lapisan warga bangsa dalam membentengi para pelajar dengan nilai-nilai Pancasila yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.  

Mekeng pun berharap agar para guru dari kedua Sekolah Negeri itu terus menyebarluaskan gagasan-gagasan kebangsaan terutama yang terkandung di dalam empat pilar kebangsaan Indonesia.

“Tentu saja para guru mempunyai peran lebih dalam mentransfer pengetahuan seputar empat pilar kebangsaan Indonesia. Tetapi lebih dari itu, para guru mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat sekalipun dalam lingkup sekolah”, kata Mekeng.

Pada kesempatan sosialisasi tersebut, Mekeng juga menyampaikan alasannya mengapa Labuan Bajo dan wilayah lain di Manggarai Barat menjadi pilihan strategis bagi pelaksanaan kegiatan sosialisasi kali ini. Ia mengatakan bahwa Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premier saat ini begitu terbuka dan terus mengalami perubahan sosial secara dinamis.

Perubahan  sosial itu, menurut Mekeng, perlu dicermati dengan upaya memperkuat nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan Indonesia.

“Adik-adik orang muda yang tinggal di Labuan Bajo ini perlu memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan dalam agar sanggup menghadapi perubahan sosial di Labuan Bajo ini” ujar Mekeng menasihat para peserta yang hadir. (WL)