MAUMERE, SATUMERAHPUTIH.Com – Pemandangan berbeda terjadi ketika Bapak Melchias Markus Mekeng melaksanakan sosialisasi 4 Pilar kebangsaan di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur, Kamis. 10/7/2025. Warga begitu antusias dalam menyampaikan pendapatnya.

Menanggapi dinamika tersebut, Bapak Melchias selaku Ketua Fraksi Partai Golkar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPRI) RI mengaku senang dan memberi apresiasi kepada warga.

“Saya yakin, tingginya minat Bapak-Ibu untuk bertanya dan berdiskusi seputar 4 Pilar Kebangsaan Indonesia bukan karena belum tahu, tetapi karena Bapak Ibu ingin mendalami dan menghidupi pilar-pilar kebangsaan itu lebih jauh”, ujar Mekeng di hadapan warga yang hadir.

Mekeng lantas menyerukan agar warga terus membangun sinergi bersama dalam rangka memperkuat nilai-nilai Pancasila dan undang-undang dasar 1945.

“Perlu kerjasama untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, masing-masing kita telah menghayati dengan baik apa itu Pancasila, apa itu UUD 1945. Hanya kita sebagai warga bangsa, perlu terus bersinergi satu sama lain”, ungkap Mekeng.

Solidaritas dan kerjasama seperti itu, terang Mekeng, telah diejawantahkan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Legislator asal Sikka ini lantas mengajak warga yang hadir untuk mendalami Pilar-pilar Kebangsaan Indonesia itu dari sisi kultur masyarakat Sikka.

Ia menerangkan bahwa sesungguhnya warga masyarakat Sikka memiliki sistem sosial yang kuat dengan kultur “Sako Saeng“, kultur yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong. Kearifan lokal ini, kata Mekeng, tentu menjadi modal penting dalam menjaga dan melestarikan pilar-pilar kebangsaan Indonesia.

Thomas, tokoh masyarakat yang hadir pada kesempatan Sosialisasi tersebut mengaku gembira dengan cara Bapak Mekeng mengajak warga untuk menghidupi nilai-nilai kebangsaan dari sisi budaya lokal.

“Tadi kita mendengar Bapak Mekeng sebut “Sako Saeng”, itu ternyata punya andil dalam memperkuat pilar-pilar kebangsaan. Tentu saja kita gembira”, ujarnya.

Meski demikian Ia tak menampik budaya gotong royong seperti itu kian tergerus karena perubahan generasi dan perkembangan zaman.

“Anak-anak muda kita dari kota hingga desa menghabiskan waktu mereka berjam-jam dengan handphonenya, kalau dipanggil untuk kerja bakti di kampung susah sekali”, tuturnya.

Bagi Bapak Thomas, sosialisasi 4 pilar oleh Bapak Mekeng kali ini menjadi kesempatan berharga untuk menghidupkan dan menguatkan kembali budaya “Sako Saeng” itu.

“Bapak ibu semua, setelah pulang dari tempat ini kita ajak orang-orang muda, anak-anak kita, ayo kalau ada kerja bakti pergi, pergi sama-sama. Jangan tinggal dalam rumah saja”, pungkasnya.

Diketahui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di desa Natarmage menghadirkan warga dari tiga desa. Selain warga desa Natarmage, hadir pula warga masyarakat desa Nagatobong dan warga Desa Runut. Ketiga desa ini berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (JLW)