Final Copa del Rey Minggu 27 April 2025 di Estadio Olimpico de La Cartuja Sevilla-Spanyol, akhirnya menghadirkan aura serta atmosfer El Clasico antara Barca vs Madrid. Ini soal gengsi, sejarah dan prestise.

Atmosfer panas sudah terasa sebelum pertandingan karena ada kritikan keras serta ancaman mundur dari Madrid atas kepimpinan wasit Burgos Bengoetxea hingga harus ada cucuran air mata nya saat  konferensi pers sebelum pertandingan.

Menjelang laga, Don Carlo membuat keputusan untuk tidak menduetkan Mbappe dan Vinicius di lini depan. Sebaliknya Hansi Flick pasang Ferran Torres yang mampu gantikan Lewandowski dalam skema 3 penyerang.

Pertandingan berjalan seru, adu taktik dan skill,  saling kejar mengejar, ada nuansa remontada juga drama gol yang dianulir baik lewat VAR maupun terlanjur offside, bahkan harus ada

lemparan botol air mineral dari bangku cadangan Madrid hingga kartu merah untuk back Madrid Toni Rudiger. Begitulah El Clasico, selalu ada drama.

Kembali ke pertandingan. Barca unggul terlebih dahulu di babak pertama. Madrid balas di babak kedua, malah unggul 2-1.

2 gol Madrid hasil dari skema bola mati, lewat tendangan bebas Mbappe dan tandukan Tchouameni memanfaatkan sepak pojok.

Namun Barca punya Yamal, Torres, Kounde dan Pedri.

Akselerasi Lamine Yamal di gol pertama setelah meliuk-liuk untuk menarik perhatian semua back di area pertahanan Madrid dan memberi umpan jitu ke Pedri yang coming from behind tanpa pengawalan di luar kotak penalti sehingga tepat melesatkan tembakan ke gawang Madrid.

Lagi-lagi Yamal dengan umpan jauh yang terukur ke daerah antara kiper dan back Madrid, sehingga Torres dengan tendangan datar nya melewati Thibaut Courtois yang terlanjur maju meninggalkan gawangnya yang kosong.

Hingga wasit meniup pluit berakhir pada babak kedua, skor masih sama kuat 2-2 dan tentunya harus ada perpanjangan waktu.

Di babak extra time inilah, Barca masih punya back kanan Kounde yang di awal babak pertama sempat mengejutkan Madrid dengan sundulan memanfaatkan tendangan bebas Yamal, namun Cortouis mampu berjibaku menghalaunya.

Puncaknya di menit 116, berawal dari salah oper dari pemain Madrid, Kounde yang maju membantu serangan  melesatkan tendangan keras ke pojok kanan gawang yang tidak dapat dihalau oleh Cortouis.

Barca memang pantas menang. Hans Flick telah berhasil merubah anak muda Barca menjadi mesin gol yang menakutkan.

Tahun ini, ambisi treble winner bukanlah mustahil. Satu gelar sudah di tangan, tinggal kerja keras lagi meraih juara La Liga dan juara Eropa. Visca Barca.

Tabe

ROI Lewar