Oleh : Agus Widjajanto
Dibalik alamnya yang sangat indah dan memukau, dengan berbagai macam hayati , bahkan tanah Priangan yang dijuluki tanah Surga para Bidadari, dan keindahan Pulau Bali sebagai pulau Dewata, serta kesuburan tanahnya yang bisa memberikan penghidupan bagi penduduk dan seluruh hayati yang merupakan satu bagian dari ekosistem, merupakan berkat yang tidak ternilai hingga group band legendaris terkenal Koes Plus menyanyikan syair ‘tongkat kayu dan batu jadi tanaman’ kiranya memang demikian adanya .
Namun dibalik berkat yang ada diberikan kekayaan alam sebagai Sumber Daya yang sangat melimpah , dengan demografi dan Geografis yang sangat strategis yang merupakan wilayah yang diapit dua samudera , 2/3 perdagangan dunia harus melewati selat malaka dan ALKI 1 serta ALKI 2 untuk melewati jalur perdagangan tercepat, terdapat sebuah fenomena alam yang sewaktu waktu bisa meletup dalam skala besar berupa bencana alam baik Tsunami maupun gempa bumi serta gunung meletus yang bisa mempengaruhi iklim di muka bumi yang berdampak pada seluruh umat manusia diseluruh dunia, dari ratusan negara negara di dunia, termasuk terjadinya perubahan iklim secara ekstream, yang bisa menimbulkan bencana kelaparan di seluruh dunia karena gagal panen disebabkan fenomena cuaca ekstrem akibat letusan dahsyat gunung berapi .
Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif yang terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik. Berikut beberapa fakta tentang gunung berapi di Indonesia :
– Jumlah Gunung Berapi : Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif, yang merupakan sekitar 13% dari total gunung berapi aktif di dunia.
– Tipe Gunung Berapi : Gunung berapi di Indonesia dibagi menjadi tiga tipe berdasarkan sejarah aktivitas vulkaniknya, yaitu:
– Tipe A : 76 gunung berapi dengan catatan sejarah letusan sejak tahun 1600, seperti Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Marapi di Sumatera Barat.
– Tipe B : 30 gunung berapi dengan catatan sejarah letusan sebelum tahun 1600, seperti Gunung Merbabu di Jawa Tengah dan Gunung Sumbing di Jawa Tengah.
– Tipe C : 21 gunung berapi tanpa catatan sejarah letusan, tetapi menunjukkan jejak aktivitas vulkanik, seperti Gunung Lahendong di Tomohon, Sulawesi Utara dan Gunung Gayo Lesten di Aceh.
– Lokasi Gunung Berapi : Gunung berapi di Indonesia tersebar di beberapa pulau, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sulawesi.
Dengan demikian, Indonesia memang memiliki banyak gunung berapi aktif yang perlu diwaspadai dan dipantau untuk mengurangi risiko bencana alam.
Dalam sejarah ribuan tahun sebelum Masehi, pernah terjadi letusan gunung berapi di Kepulauan Indonesia ini, yang tercatat menurut ahli geologi dan sejarah telah menimbulkan dampak yang sangat besar bukan hanya bagi penduduk di Nusantara ini tapi berdampak pada seluruh dunia akibat dari letusan yang ditimbukan nya.
Yang pertama :
Gunung purba Toba, yang sekarang menjadi Danau Toba di Sumatra Utara, dulunya adalah supervolcano raksasa dan salah satu yang paling dahsyat di dunia dalam sejarah geologi. Kalau dibayangkan ukurannya, ini benar-benar kolosal.
Berikut gambaran seberapa besar Gunung Toba purba:
1. Diameter kaldera : Sekarang kalderanya menjadi Danau Toba, berukuran sekitar 100 km x 30 km. Itu lebih besar dari kota Jakarta.
2. Tinggi gunungnya (perkiraan sebelum meletus) : Diperkirakan bisa mencapai 4.000 meter atau lebih—sebanding dengan gunung-gunung tinggi seperti Gunung Kinabalu atau bahkan mendekati Gunung Fuji di Jepang.
3. Letusan 74.000 tahun lalu : Letusan ini adalah salah satu letusan supervolcano terbesar di Bumi, memuntahkan lebih dari 2.800 km³ material vulkanik. Sebagai perbandingan:
Letusan Gunung Tambora (1815) = ~150 km³
Letusan Krakatau (1883) = ~20 km³
Jadi, Toba = hampir 20x Tambora!
4. Dampak Global : Letusan ini menyebabkan “musim dingin vulkanik” global, menurunkan suhu bumi, dan mungkin mempengaruhi populasi manusia purba secara signifikan.
Yang kedua :
Letusan Gunung Krakatau yang paling dahsyat terjadi pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Berikut beberapa fakta tentang letusan tersebut :
– Kekuatan Letusan : Diperkirakan memiliki kekuatan sekitar 21.574 kali lebih besar daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima. Daya ledaknya juga diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki.
– Dampak : Letusan ini menyebabkan tsunami setinggi 30-40 meter di barat pantai Banten dan pantai selatan Lampung, yang mengakibatkan 36.417 korban jiwa.
– Suara Letusan : Suara letusan terdengar hingga 4.600 km dari pusat letusan dan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.
– Dampak Global : Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global, membuat dunia gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya.
– Pengaruh pada Lingkungan : Letusan ini juga menyebabkan abrasi pantai di sekitar daerah letusan, mempengaruhi ekosistem pantai dan laut.
– Catatan Sejarah : Letusan Krakatau tercatat sebagai salah satu letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah modern dan dianggap sebagai peristiwa vulkanik paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Guinness World Records bahkan mencatatnya sebagai ledakan paling hebat dalam sejarah .
Yang ketiga :
Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB) meletus pada 5 April 1815, dengan letusan terbesar terjadi pada 10 April 1815. Letusan ini merupakan salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah, dengan kekuatan 7 pada skala Volcanic Explosivity Index (VEI). Dampak letusan ini tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.
Dampak Letusan
– Kegelapan : Abu vulkanik menyebar hingga 600 kilometer dari puncak gunung, menyebabkan kegelapan selama beberapa hari. Bahkan, pada 11 April 1815, kegelapan menyelimuti Gresik, Jawa Timur, pada pukul 09.00.
– Perubahan Iklim : Letusan Tambora menyebabkan pendinginan global sebesar 0,4-0,7 derajat Celsius, mengakibatkan kegagalan panen dan kelaparan di Eropa dan Amerika Utara. Tahun 1816 dikenal sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas”.
– Korban Jiwa : Diperkirakan sekitar 71.000 hingga 92.000 orang meninggal akibat letusan dan dampaknya.
Letusan yang Dahsyat
– Suara Letusan : Suara letusan terdengar hingga Sumatera dan Jawa, bahkan dirasakan seperti suara meriam yang mengeluarkan tembakan.
– Abu Vulkanik : Abu vulkanik jatuh di Makassar, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat, menyebabkan kerusakan lingkungan dan gangguan aktivitas sehari-hari
Belajar dari sejarah diatas, kita sebagai anak bangsa harus selalu bersyukur atas karunia yang diberikan berupa Sumber Daya Alam yang sangat subur dan indah bagai alam surgawi, tapi kita juga harus introspeksi selalu menjaga keseimbangan alam, menyatu dengan alam, kembali membumi sebagai hamba Tuhan yang merupakan bagian dari alam, yang harus bisa menjaga nya demi kelangsungan hidup anak cucu cicit kita kedepan bukan hanys bagi rakyat Indonesia tercinta, akan tetapi bagi seluruh penduduk dunia, dimuka bumi ini.
Bahwa siklus perputaran jaman selalu terjadi, dan kiamat kecil maupun besar selalu dimulai dari bencana Alam, dimana kemurkaan alam terjadi karena kelakuan kita sendiri, yang kedua akibat peperangan antar bangsa, juga bisa menghancurkan peradapan yang telah dibangun ribuan tahun musnah dalam sekejab, bahwa sesungguh nya kita hanya menempati sebagai peminjam bukan pemilik alam ini. Itu yang harus kita sadari.
Penulis adalah : Praktisi hukum , pemerhati masalah sosial budaya, politik hukum dan sejarah bangsa nya.
Komentar Terakhir